DESA BINAI-BULUNGAN-KALTARA -BORNEOSINARTVNEWS Kamis 26Maret 2926 Infrastruktur jembatan yang menghubungkan RT 03 dan RT 05 di Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, kini berada dalam kondisi darurat.
Akses vital warga ini terpantau rusak parah dan mengancam keselamatan para pelintas setiap harinya.
Hasil investigasi tim Borneo Sinar TV di lapangan menemukan fakta memprihatinkan. Jembatan dengan rangka baja ini masih mengandalkan lantai kayu yang sudah sangat lapuk, renggang, dan berlubang.
Kesaksian Tokoh Masyarakat
Sejumlah Tokoh Masyarakat Desa Binai menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya perhatian pemerintah daerah.
Mereka mengungkapkan bahwa jembatan ini sudah dalam kondisi memprihatinkan sejak lama, bahkan hingga sulit mengingat tahun pasti pembangunannya.
“Sudah lupa tahun berapa, yang jelas sejak Zaman Tak Enak kondisi jembatan ini begini-begini saja, belum pernah ada rehab (permanen).
Kami warga Desa Binai sangat berharap ada tindakan nyata berupa semenisasi,” tegas salah satu Tokoh Masyarakat kepada tim Borneo Sinar TV.
Risiko Keselamatan Warga
Kerusakan lantai kayu jembatan di perbatasan RT 03 dan RT 05 ini sangat menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi. Celah kayu yang patah dan permukaan yang tidak rata sewaktu-waktu dapat berakibat fatal bagi pengendara roda dua yang melintas.
Fakta bahwa akses ini seolah terabaikan selama puluhan tahun sejak masa lampau menjadi bukti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Desakan Semenisasi
Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera turun tangan melakukan semenisasi lantai jembatan.
Bagi masyarakat Desa Binai, perbaikan permanen adalah harga mati demi menjamin keamanan dan kelancaran ekonomi wilayah setempat.
Tim Liputan: Borneo Sinartvnews.com
(Haris/Udin)











