Menu

Mode Gelap
Memahami AEO, GEO, dan LLMO: Tiga Pendekatan Baru di Era AI Search Lupakan Arabika dan Robusta! Kopi Liberika Sembakungan Siap Jadi Identitas Baru Berau! Bhabinkamtibmas Polsek Jabon Turun Ke Lapangan Gelar Kerja Bakti Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso Judi Sabung Ayam di Jember Meresahkan, Polisi Didesak Bertindak

Berau · 13 Jan 2026 23:12 WITA ·

PESONA MALAM DI BUMI BATIWAKKAL: Cahaya Merah Klenteng Cen Ti Kung Hiasi Jalan Tendean


 PESONA MALAM DI BUMI BATIWAKKAL: Cahaya Merah Klenteng Cen Ti Kung Hiasi Jalan Tendean Perbesar

TANJUNG REDEB, BERAU. BORNEOSINARTVNEWS Suasana di kawasan Kelurahan Bugis malam ini, Selasa, 13 Januari 2026, tampak begitu memukau. Landmark ikonik, Klenteng Cen Ti Kung yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean, RT 03, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memancarkan keindahan luar biasa melalui pendaran lampu neon merah yang menyelimuti seluruh bangunannya.

 

​Keindahan Visual Malam Hari

​Pemandangan malam ini menangkap detail arsitektur Tionghoa yang sangat artistik. Cahaya merah yang terang membingkai megahnya gapura utama, menciptakan siluet naga yang gagah di bagian atap. Pantulan cahaya ini tidak hanya mempercantik area jalanan, tetapi juga memberikan kesan hangat dan semarak bagi warga maupun wisatawan yang sedang melintas di pusat kota Tanjung Redeb.

​Kutipan Khusus

​Seorang warga yang mengagumi pemandangan tersebut mengungkapkan kesan mendalamnya:

​”Pemandangan malam di RT 03 Kelurahan Bugis ini adalah bukti nyata indahnya keberagaman di Bumi Batiwakkal. Cahaya merah dari klenteng bukan hanya sekadar hiasan Jalan Tendean, tapi simbol kehangatan toleransi yang terus menyala di hati warga Berau.”

​Sekilas Sejarah & Makna Budaya

​Klenteng Cen Ti Kung bukan sekadar bangunan indah, melainkan simbol sejarah panjang di Kabupaten Berau:

​Jejak Sejarah: Berdiri sejak masa awal pemukiman masyarakat Tionghoa di sepanjang Sungai Segah, klenteng ini merupakan saksi bisu perkembangan perdagangan di Tanjung Redeb.

​Simbol Akulturasi: Meskipun terletak di “Kelurahan Bugis”, keberadaan klenteng ini mencerminkan harmonisasi antar etnis (Tionghoa, Bugis, Banjar, Dayak) yang telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun.

​Ikon Wisata: Saat ini, klenteng tersebut telah menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Berau, memperkuat posisi kabupaten ini sebagai daerah yang kaya akan budaya selain keindahan alam baharinya.

​Kesimpulan

​Malam ini, Selasa 13 Januari 2026, Klenteng Cen Ti Kung kembali membuktikan bahwa keindahan Berau tidak hanya terletak pada gugusan pulaunya, tetapi juga pada detail-detail tata kota yang penuh makna dan sejarah. Pemandangan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kerukunan dan keindahan di lingkungan sekitar.(Suwarno)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso

26 Juli 2026 - 05:00 WITA

Diduga Tampung Kayu Ilegal di diduga ditalisayan Perizinan Somel Dipertanyakan

19 Juli 2026 - 21:02 WITA

Dugaan Proyek Fiktif Tambak Tudai 60 Juta di Biduk-biduk Cair 100% Fisik Nol!

19 Juli 2026 - 14:14 WITA

Skandal Pengadaan Mesin Dompeng: Rp200 Juta Diduga Digelapkan DKP Berau

14 Juli 2026 - 10:11 WITA

Rumah Wartawan Borneo Sinar TV di Berau Terbakar, Lima Bangunan Ludes Dilalap Api

13 Juli 2026 - 09:10 WITA

Proyek Drainase Rp 244 Juta di Tanjung Redeb Disorot, Warga: Pekerjaannya Asal-asalan dan Tipis

10 Juli 2026 - 15:09 WITA

Trending di Berau