Proyek Jalan Dana Aspirasi di Sanggau Disorot: Dewan Bungkam Warga Minta Audit Lapangan
SANGGAU KALIMANTAN BARAT BORNEOSINARTVNEWS Sorotan terhadap proyek pembukaan badan jalan yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPRD Sanggau di Dusun Sabang Sebuh, Desa Ketori, terus meruncing.
Warga kini secara terbuka mendesak DPRD Kabupaten Sanggau, Inspektorat, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung, Senin (12/1/2026).
Keluhan Infrastruktur dan Transparansi
Kondisi jalan pasca pengerjaan justru menimbulkan kekhawatiran baru bagi mobilitas warga. Jalan yang hanya dikupas dan diratakan tanahnya dinilai tidak layak dan membahayakan, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Kalau hujan, jalan makin licin dan susah dilewati. Kami takut ini malah membahayakan pengguna jalan, bukan memperbaiki,” keluh salah seorang warga setempat kepada awak media.
Selain masalah fisik bangunan, warga juga menyoroti ketiadaan papan informasi proyek di lokasi. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip keterbukaan publik sesuai aturan yang berlaku bagi setiap proyek yang menggunakan anggaran negara.
“Kami tidak tahu berapa anggarannya, siapa pelaksananya, dan berapa lama waktu pengerjaannya. Semua serba tidak jelas,” tambahnya.
Desakan Audit dan Sikap Bungkam Dewan
Masyarakat Dusun Sabang Sebuh berharap aparat pengawas internal pemerintah daerah (APIP) atau Inspektorat segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut guna memastikan tidak ada penyimpangan atau kerugian negara.
Ironisnya, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada anggota dewan yang bersangkutan terkait keluhan konstituennya, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan sedikit pun.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak pelaksana proyek maupun anggota DPRD Sanggau yang mengusulkan dana aspirasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Warga menegaskan bahwa dana aspirasi seharusnya menjawab kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas program yang justru menyulitkan rakyat.
Tip Penulisan:
Judul ini sangat efektif untuk memancing respons dari pihak Inspektorat karena adanya kata “Audit”, serta memberikan “tekanan sosial” kepada anggota dewan yang bersangkutan agar segera memberikan klarifikasi.(**)











