NUNUKAN-BORNEOSINARTVNEWS Sabtu, 18 April 2026 Aktivitas transportasi air di wilayah Adji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan semakin marak dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh tingginya biaya barang bawaan (bagasi) yang dikenakan kepada penumpang pada jalur resmi.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber di lapangan, tarif penumpang sebenarnya masih tergolong normal dan terjangkau. Namun, biaya tambahan untuk barang bawaan dinilai memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang membawa kebutuhan pokok atau barang dagangan dalam jumlah tertentu.
“Kalau hanya penumpang biasa tidak masalah, tapi kalau bawa barang, biayanya bisa tinggi dan tidak selalu jelas aturannya,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat memilih menggunakan jalur transportasi air alternatif, seperti perahu kecil atau speed boat non-reguler.
Selain dinilai lebih murah, jalur tersebut juga dianggap lebih fleksibel tanpa pembatasan ketat terhadap barang bawaan.
Namun demikian, maraknya transportasi air non-resmi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama dari sisi keamanan dan pengawasan wilayah perbatasan. Mengingat Adji Kuning merupakan salah satu titik strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.
Pengamat lokal menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka berpotensi membuka celah terhadap aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan barang.
Masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif, khususnya biaya barang bawaan penumpang. Selain itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap jalur-jalur transportasi air yang tidak resmi.
Dengan adanya langkah konkret, diharapkan aktivitas transportasi di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih tertib, aman, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
(Tim Redaksi BorneoSinarTVNews











