Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ??

Hukrim · 8 Jan 2026 23:45 WITA ·

Pembangunan Siring Laut Diduga Abal-abal Picu Banjir di Terusan Tengah


 Pembangunan Siring Laut Diduga Abal-abal Picu Banjir di Terusan Tengah Perbesar

Pembangunan Siring Laut Diduga Abal-abal Picu Banjir di Terusan Tengah

KOTA BARU:KALIMANTAN SELATAN BORNEOSINARTVNEWS Jumat 08Januari 2026 —

Banjir kembali melanda Kampung Terusan Tengah, Desa Tanjung Kunyit, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kota Baru. Warga menilai banjir tersebut dipicu oleh pembangunan siring laut yang diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai perencanaan.

Pembangunan siring laut tersebut diduga berada di bawah tanggung jawab Kepala Desa Tanjung Kunyit, yang kini telah dilaporkan oleh perwakilan masyarakat terkait dugaan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Sejak siring laut dibangun, air laut dengan mudah meluap ke permukiman warga saat pasang tinggi.

Kondisi ini diperparah oleh kualitas bangunan yang dinilai rendah dan tidak mampu menahan tekanan air laut, sehingga fungsi utama siring laut sebagai pelindung kawasan pesisir tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kekhawatiran warga semakin meningkat menyusul himbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang meminta masyarakat pesisir, termasuk warga Terusan Tengah dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan.

BMKG memprediksi pada awal tahun 2026 ketinggian air pasang berkisar antara 2,6 meter hingga 3,1 meter di atas permukaan laut, yang berpotensi menimbulkan banjir rob lebih luas.

“Kalau siring lautnya kuat dan sesuai RAB, mungkin dampaknya tidak separah ini. Sekarang air pasang sedikit saja sudah masuk ke rumah warga,” keluh salah satu warga Terusan Tengah.

Masyarakat juga menyayangkan laporan dugaan penyimpangan pembangunan siring laut yang telah hampir satu tahun dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Kota Baru, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut maupun kejelasan penanganan terhadap laporan tersebut.

Warga berharap aparat penegak hukum segera memproses laporan tersebut secara transparan dan objektif. Selain itu, masyarakat mendesak adanya evaluasi serta perbaikan serius terhadap siring laut demi keselamatan warga pesisir, mengingat ancaman banjir rob diperkirakan masih akan terus terjadi.

Sumber: Warga Terusan Tengah

Editor : Boni

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kebal Hukum! Meski Telan Korban Jiwa, Tambang Wasirawi Diduga Masih Dijaga Oknum Aparat Berpangkat Tinggi

11 Mei 2026 - 00:54 WITA

Kades Silfanuddin Perketatat Tata Kelola Keuangan Desa

3 Mei 2026 - 05:03 WITA

Tak Bisa Mengelak! Bukti Pinjaman Rp1 Miliar dan Tanda Tangan Camat Jadi ‘Peluru Panas’ Warga Hantam PT KAJ

3 Mei 2026 - 00:51 WITA

Aek Natas Dijarah, Munte Bebas Beroperasi: Di Mana Nyali Aparat Penegak Hukum?

19 April 2026 - 11:26 WITA

Tanjung Batu Memanas! PT. KCW Layangkan Somasi Keras, Pihak Pengklaim Lahan 634 Hektar

6 April 2026 - 20:19 WITA

Nyawa Melayang Hanya Dihargai 2 Bulan Penjara, PN Surabaya Tuai Kecaman Keras dari AMI

2 April 2026 - 16:14 WITA

Trending di Hukrim