JAKARTA-BORNEOSINARTVNEWS- Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi mengumumkan bahwa hari raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Hasil Pemantauan Hilal
Dalam keterangannya, Menteri Agama menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari tim pemantau hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia, posisi hilal pada Jumat malam (20/03) belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
“Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia belum mencapai ambang batas minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Oleh karena itu, bulan Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers tersebut.
Pesan Persatuan
Menteri Agama juga berpesan agar seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur dan menjaga kerukunan antar sesama. Meskipun terdapat potensi perbedaan dalam metode penentuan, ia berharap semangat kebersamaan tetap menjadi yang utama.
“Mari kita jadikan momentum Idulfitri ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persatuan bangsa,” tambahnya.
Persiapan Salat Id
Dengan pengumuman resmi ini, masyarakat Indonesia akan melaksanakan ibadah salat Idulfitri secara serentak pada Sabtu pagi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama perayaan malam takbiran dan pelaksanaan ibadah di masjid maupun lapangan terbuka.
Penulis: (Haris Redaksi]
Sumber: Sidang Isbat Kementerian Agama RI
(**)











