Tanjung Selor-Bulungan-Borneosinartvnews April 2026 – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei, elemen buruh di Kalimantan Utara menggelar pemantapan aksi sebagai bentuk konsolidasi kekuatan.
Kegiatan pemantapan tersebut dilaksanakan di Jalan Poros Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dan dihadiri oleh perwakilan buruh dari seluruh kabupaten di wilayah Kaltara.
Dalam forum ini, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk turun menyuarakan aspirasi secara serentak pada momentum May Day.
Turut hadir Ketua Partai Buruh Kabupaten, Datuk Buyung, Aslin selaku Ketua Lembaga Investigasi Negara, serta Joko yang merupakan Ketua Partai Buruh Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam rapat, masing-masing peserta memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan rencana isu yang akan diangkat. Sejumlah persoalan utama yang disepakati antara lain terkait tenaga kerja lokal, konflik lahan yang diduga dirampas oleh perusahaan besar, persoalan nelayan, hingga perlindungan masyarakat adat, budaya, dan lingkungan.
Salah satu perwakilan, Bang Jul, menyatakan akan mengangkat isu tenaga kerja lokal, khususnya di wilayah Bulungan. Ia menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai masih perlu perhatian serius.
Sementara itu, Bang Kasim dari unsur lembaga dan forum adat menegaskan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat adat, termasuk persoalan hilangnya lahan yang menjadi sumber kehidupan.
“Banyak lahan yang hilang, sementara masyarakat adat tidak memahami sepenuhnya proses yang terjadi. Ini harus kita suarakan bersama,” ungkapnya.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal serta mengangkat sejarah wilayah sebagai bagian dari perjuangan dalam menyampaikan aspirasi.
Dari hasil pendataan, sebanyak 13 perwakilan dijadwalkan akan menyampaikan orasi. Untuk efektivitas, penyampaian aspirasi akan dibagi dalam tiga sesi, dengan durasi sekitar lima menit untuk setiap pembicara.
Berdasarkan kesepakatan bersama, aksi penyampaian aspirasi pada peringatan May Day akan dipusatkan di Cafeteria, Tanjung Selor.
Peserta rapat juga menyampaikan harapan agar Gubernur Kalimantan Utara dapat hadir secara langsung untuk mendengar aspirasi buruh dan masyarakat.
Aksi ini diharapkan menjadi momentum besar untuk menyatukan suara buruh, masyarakat adat, dan elemen lainnya dalam satu barisan perjuangan, sekaligus mendorong perhatian serius dari pemerintah daerah hingga pusat.
Dengan berbagai isu strategis yang telah dirumuskan, peringatan May Day 2026 di Kalimantan Utara dipastikan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga panggung nyata dalam menyuarakan kepentingan rakyat.
(Redaksi BorneoSinarTVNews(**)











