Menu

Mode Gelap
Kediaman Anggota DPRD Kaltara Alimuddin di Sekatak Dilalap Si Jago Merah Rumah Anggota DPRD Provinsi Kaltara Alimuddin di Sekatak Terbakar, Redaksi Masih Himpun Informasi Pasti Penyebab Kejadian Melalui Kuasa Hukumnya Penny Isdhan Tommy, SH, PT TRH Berikan Klarifikasi Terkait Aktivitas Angkutan Log Kayu di Tabalar Lintasi Jalan Umum, Truk Bermuatan Log Kayu Besar Diduga Milik PT TRH Dikeluhkan Warga Sidang Sengketa Lahan PT KAJ: Saksi Tergugat Diduga Salah Alamat Objek Sengketa

Malinau · 16 Mei 2026 21:52 WITA ·

Akses Malinau-Krayan Memprihatinkan, Warga Terpaksa Menyeberang Sungai Hingga Kendaraan Rusak


 Akses Malinau-Krayan Memprihatinkan, Warga Terpaksa Menyeberang Sungai Hingga Kendaraan Rusak Perbesar

MALINAU-KALIMANTAN UTARA  BORNEOSINARTVNEWS.COM Kondisi jalur darat penghubung Kabupaten Malinau menuju Krayan, Kabupaten Nunukan, kembali menuai keluhan masyarakat. Minimnya infrastruktur dan belum tersedianya jembatan permanen di sejumlah titik membuat warga harus menghadapi medan ekstrem demi mencapai wilayah perbatasan tersebut.

Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di kawasan Gunung Sipilit, wilayah Semamuk, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Jalur itu diketahui merupakan akses utama menuju Long Bawan, Krayan.

Jacky Firson, warga Krayan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masyarakat masih terpaksa melintasi Sungai Semamuk menggunakan kendaraan karena tidak adanya jembatan penghubung.

“Karena tidak ada jembatan, satu-satunya jalan ya ikut sungai untuk menyeberang,” ujar Jacky kepada media ini, Sabtu (16/5/2026).

Ia menyebut, janji perbaikan infrastruktur yang disampaikan pada 8 Mei 2026 hingga kini belum terealisasi. Padahal, masyarakat telah lama menantikan pembangunan akses jalan dan jembatan yang layak.

“Sudah lebih satu tahun janji perubahan dan perbaikan dengan anggaran Rp150 miliar, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” katanya.

Selain kondisi jalan yang rusak dan berlumpur, lamanya waktu tempuh menuju Krayan juga menjadi persoalan serius bagi warga pedalaman. Menurut Jacky, perjalanan darat dari Malinau menuju Krayan dapat memakan waktu hingga empat sampai lima hari.

“Perjalanan dari Malinau ke Krayan paling cepat empat atau lima hari baru bisa tembus,” ungkapnya.

Kondisi jalur yang ekstrem bahkan menyebabkan kerusakan kendaraan warga. Sebuah mobil dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah mesin kemasukan air saat menyeberangi Sungai Semamuk.

“Mobil itu sudah ‘nge-gym’ mesinnya karena masuk air. Sekarang mesin dibongkar dan dikirim ke Malinau karena tidak bisa hidup lagi,” jelasnya.

Ironisnya, kendaraan tersebut diketahui masih tergolong baru dan masih dalam masa kredit.

“Baru mobil tiga tahun, masih kredit sudah turun mesin gara-gara tidak ada jembatan,” tambah Jacky.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan dan peningkatan jalan di jalur Malinau–Krayan. Selain menjadi akses vital masyarakat pedalaman, jalur tersebut juga merupakan penghubung strategis menuju kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Jurnalis: Boni

Redaksi borneosinartvnews.com⁠

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Alat Bantuan Ketahanan Pangan untuk Krayan Masih Tertahan, Masyarakat Soroti Kinerja dan Pengawasan

19 Mei 2026 - 23:53 WITA

Pelapor Persoalkan Status Lahan Bandara Long Ampung, APH Sebut Kasus Akan Didalami Lagi

18 Mei 2026 - 18:59 WITA

Terapkan Wajib Surat Nikah, Kebijakan Penginapan Cahaya Malinau Tuai Sorotan Tamu Luar Daerah

18 Mei 2026 - 00:26 WITA

Rp3 Triliun Digelontorkan untuk Jalan Malinau–Krayan, Hasil Masih Dipertanyakan: Agenda Klarifikasi Mendadak Berubah, Publik Kian Curiga

8 Mei 2026 - 10:26 WITA

Polemik Video Oknum DPRD Malinau Berakhir, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

6 Mei 2026 - 20:48 WITA

Oknum Anggota DPRD Malinau Berinisial N Ancam Media saat Dikonfirmasi Terkait Video Dugaan Pesta PoraPerbesar

1 Mei 2026 - 02:19 WITA

Trending di Malinau