Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Surabaya · 4 Jun 2026 15:02 WITA ·

Dana Reses Diduga Disunat, Kegiatan Serap Aspirasi Juliana Evawati di Sidotopo Disorot Warga ​


 Dana Reses Diduga Disunat, Kegiatan Serap Aspirasi Juliana Evawati di Sidotopo Disorot Warga  ​ Perbesar

​SURABAYA-BORNEOSINARTVNEWS. COM Dugaan pemotongan anggaran atau “sunat” dana reses kembali mencuat di Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PAN, Juliana Evawati, yang digelar pada 2 Juni 2026 di RT 06 RW 12, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, menuai protes dan pertanyaan dari warga.

​Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 peserta tersebut dinilai tidak sebanding dengan alokasi anggaran negara yang seharusnya tersedia. Pasalnya, sejumlah warga mengaku hanya menerima nasi kotak dan satu kilogram gula pasir setelah mengikuti rangkaian acara serap aspirasi tersebut.

​Warga Pertanyakan Transparansi APBD

​Kondisi tersebut memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Sebagai agenda resmi wakil rakyat yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), warga menilai transparansi menjadi harga mati dalam pelaksanaan reses.

​”Kami berharap ada keterbukaan. Dana reses itu uang rakyat, jadi penggunaannya harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan kecurigaan adanya pemotongan atau penyimpangan,” ujar salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​AMI Desak Pengawasan Ketat​Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum DPP Aliansi Media Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pihaknya menyoroti serius dugaan ini. Menurutnya, anggaran reses sudah mencakup berbagai kebutuhan operasional, mulai dari konsumsi, perlengkapan, hingga administrasi.

​”Dana reses adalah uang rakyat. Jika muncul pertanyaan dari masyarakat, pihak dewan wajib memberikan penjelasan secara terbuka. Jangan sampai ada celah dugaan penyimpangan anggaran yang seharusnya menjadi hak warga atau penunjang aspirasi,” tegas Baihaki Akbar, SE., SH., saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

​Baihaki juga mendesak Sekretariat DPRD Kota Surabaya untuk tidak tinggal diam. Ia meminta adanya pengawasan yang lebih ketat agar seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar tersalurkan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

​Belum Ada Klarifikasi

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak Juliana Evawati belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan agar pemberitaan tetap berimbang dan memenuhi prinsip cover both sides.(tim)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Cara Anak Muda Temukan Arah Hidup Lewat Peran Bertuhan

1 September 2026 - 13:02 WITA

​Masyarakat Nanti Bareskrim “Sapu Bersih” THM di Surabaya

21 Agustus 2026 - 23:01 WITA

Didi Sungkono: Gugatan Perdata Tak Otomatis Hentikan Laporan Pidana

12 Agustus 2026 - 02:14 WITA

Acara Keluarga yang Hangat dan Praktis, Venue Resto Jadi Pilihan Baru Pasangan Muda di Surabaya

11 Agustus 2026 - 16:57 WITA

Beda Perawatan Kulit Usia 20 vs 30 Tahun Menurut Pakar

10 Agustus 2026 - 11:34 WITA

Arus Peti Kemas TPS Tetap Menunjukkan Tren Positif Pada Bulan Juli 2026

9 Agustus 2026 - 07:33 WITA

Trending di Surabaya