Menu ✖

Mode Gelap
Rofiq Azmi: Jangan Diam! Aset Daerah Dipertanyakan, Intelektual dan Ulama Banyuwangi Harus Bersuara  Polrestabes Surabaya Amankan Oknum Advokat Terkait Kasus Tipu Gelap Rp520 Juta PANAS! Ahli Hukum Bongkar Beda “Membuat” & “Memalsukan” di Sidang Ijazah Palsu Diduga Telan Anggaran Rp2 Miliar, Jalan Usaha Tani Menuju Kebun Sawit Anggota DPRD Kutai Barat Berinisial A Dipertanyakan Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian

Berau · 2 Jun 2026 20:40 WITA ·

Penangkapan Jurnalis di Berau Diapresiasi, Publik Desak Pengusutan Kedok Usaha Kayu Ilegal Pelapor


 Penangkapan Jurnalis di Berau Diapresiasi, Publik Desak Pengusutan Kedok Usaha Kayu Ilegal Pelapor Perbesar

BERAU-BORNEOSINARTVNEWS Tindakan Kepolisian Sektor Tanjung Redeb, wilayah hukum Polres Berau, Kalimantan Timur, yang menangkap seorang pria berinisial RU (47) atas dugaan pemerasan senilai Rp3 juta, mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun, informasi yang dihimpun dari narasumber lapangan mengungkap fakta penting: pihak pelapor, HY (50), diduga kuat menjalankan bisnis illegal logging skala besar dengan modus usaha molding sebagai kedok.

​Menurut narasumber yang memahami kondisi di lapangan, usaha molding tersebut hanyalah “topeng” untuk menampung kayu ulin dan kayu keras lainnya. Praktik ini diduga sudah berlangsung lama, dengan mobilitas truk pengangkut kayu yang sangat intensif di lokasi tersebut. Bisnis ini pun dilaporkan telah berkembang pesat hingga mampu menguasai banyak armada truk dari hasil pengolahan kayu yang diduga tanpa izin resmi.

​Fakta ini mempertegas dugaan bahwa usaha tersebut dijadikan tempat penampungan kayu yang tidak jelas keabsahannya. Secara hukum, aktivitas ini melanggar UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H), UU No. 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja), hingga Pasal 480 KUHP mengenai penadahan.

​Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta tidak hanya fokus pada kasus dugaan pemerasan, tetapi juga menyelidiki secara tuntas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan pihak pelapor. Prinsip keadilan menuntut hukum ditegakkan sama rata; siapa pun yang bersalah, wajib bertanggung jawab, tidak peduli posisinya sebagai pelapor maupun terlapor.

Tim Redaksi borneosinsrtvnews. com

Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban

28 Oktober 2026 - 17:29 WITA

Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri!

28 Oktober 2026 - 07:48 WITA

Geger Pengolahan Kayu Diduga Beli Kayu Ilegal di Pemukiman Teluk Bayur, APH Didesak Segera Seret Pelaku!

19 Oktober 2026 - 12:21 WITA

Marak Kayu Bertumpuk di Tumbit Daya, Aparat Diminta Sikat Pelaku!

17 Oktober 2026 - 23:58 WITA

Warga Gunung Tabur Geram! Galian C Kembali Bikin Jalanan Kotor dan Bahayakan Pengendara

17 Oktober 2026 - 04:40 WITA

Dugaan Pasokan Solar via Jalur Tikus di Gurimbang, Media Kesulitan Hubungi Pemilik Perusahaan

9 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Trending di Berau