Menu

Mode Gelap
Panen Jagung Kuartal III di Kecamatan Balongbendo Ciomy Konsisten Dukung Dakwah, Hadir dalam Dakwahthon Season 2 untuk Palestina LSM LIRA Sidoarjo Bagikan BBM Gratis untuk Ratusan Ojol Memahami AEO, GEO, dan LLMO: Tiga Pendekatan Baru di Era AI Search Lupakan Arabika dan Robusta! Kopi Liberika Sembakungan Siap Jadi Identitas Baru Berau!

Pemerintahan · 13 Jan 2026 21:14 WITA ·

Meski APBD Menyusut Kaltim Prioritaskan Waterfront Road Rp7 Triliun untuk Hadapi Lonjakan Mobilitas IKN


 Meski APBD Menyusut Kaltim Prioritaskan Waterfront Road Rp7 Triliun untuk Hadapi Lonjakan Mobilitas IKN Perbesar

Meski APBD Menyusut Kaltim Prioritaskan Waterfront Road Rp7 Triliun untuk Hadapi Lonjakan Mobilitas IKN

SAMARINDA KOTA – BORNEOSINARTVNEWS Selasa (13/01/2026 )Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang menyebabkan APBD Kalimantan Timur turun menjadi sekitar Rp16 triliun dari sebelumnya lebih dari Rp20 triliun, Pemerintah Provinsi Kaltim justru menyiapkan proyek besar pembangunan jalan tepi air (waterfront road) di Samarinda dan Balikpapan

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebutkan bahwa total anggaran yang diproyeksikan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp7 triliun. Nilai fantastis ini bahkan lebih besar dibandingkan anggaran awal pembangunan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) pada masa Gubernur Awang Faroek Ishak yang berkisar Rp3 triliun.

Rencana pembangunan waterfront road ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di dua kota utama Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan penyangga seiring mulai beroperasinya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rincian Anggaran dan Jalur Proyek

Samarinda (Rp2 Triliun) Jalur ini direncanakan membentang dari kawasan Jembatan Mahkota II hingga Selili untuk menekan kepadatan di sekitar Jembatan I dan kawasan Sungai Dama.

Balikpapan (Rp5 Triliun): Dirancang menghubungkan kawasan sekitar Bandara Internasional SAMS Sepinggan hingga Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) guna mengurai kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman.

Gubernur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa pembangunan ini adalah langkah antisipatif agar kota penyangga tidak semakin terbebani lonjakan mobilitas saat IKN beroperasi penuh.

Mengenai pembiayaan, ia berharap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mampu menopang proyek ini, meskipun saat ini seluruh rencana masih dalam tahap perencanaan dan menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study).

(**)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

GERAKAN 214: Ribuan Massa Kepung Kantor DPRD dan Gubernur Kaltim, Tuntut Akhiri Dinasti Politik

21 April 2026 - 15:39 WITA

Pangkalan Diduga PT Indo Bahari Sukses Jadi “Markas” BBM Ilegal, Truk PT Cahayatama Andalan Transport Terendus di Lokasi

21 April 2026 - 11:25 WITA

Investigasi: Dugaan Praktik Niaga BBM Ilegal di Perairan Loa Bakung, Pihak Perusahaan Bungkam Saat Dimintai Konfirmasi

18 April 2026 - 16:29 WITA

Antara Negarakertagama dan Kabinet Merah Putih: Ikhtiar GMRI Mengawal Pasal 33 UUD 1945

3 April 2026 - 11:16 WITA

Laka Lantas di Jalan M. Yamin Samarinda: Tiga Korban Termasuk Wanita Hamil Dievakuasi ke RS

29 Maret 2026 - 23:16 WITA

Kepala Desa Santan Ulu Tinjau Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Bulan Suci

7 Maret 2026 - 13:58 WITA

Trending di Kutai Timur