NUNUKAN -Borneosinartvnews | Selasa, 21 April 2026 – Kondisi Pos Sei Kaca di Sungai Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kian memprihatinkan dan memantik kritik tajam. Di tengah tuntutan menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, para petugas justru dihadapkan pada fasilitas yang jauh dari kata layak.
Akses menuju pos yang hanya mengandalkan jembatan kayu tampak lapuk dan berlubang, berisiko tinggi bagi keselamatan. Bangunan pos yang berdiri di atas perairan pun terlihat rapuh, seakan luput dari perhatian serius.
Lebih dari itu, keterbatasan sarana pendukung menjadi persoalan mendasar. Kapal patroli yang minim, kesulitan air bersih, hingga penerangan yang tidak memadai menjadi hambatan nyata dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah.
Seorang petugas di lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perubahan signifikan.
“Kami tetap menjalankan tugas dengan maksimal, tapi kondisi di lapangan memang sangat terbatas. Untuk patroli saja kami harus menyesuaikan dengan sarana yang ada,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih dan penerangan menjadi hal yang sangat mendesak.
“Air bersih masih jadi kendala, begitu juga penerangan di malam hari. Padahal ini wilayah perbatasan yang seharusnya mendapat perhatian lebih,” tambahnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang sejauh mana kehadiran negara di wilayah terluar. Ketika para penjaga perbatasan harus bertahan dalam keterbatasan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan kedaulatan.
Seruan “Negara jangan tutup mata!” bukan sekadar slogan, melainkan bentuk kegelisahan yang nyata. Perbatasan adalah wajah depan bangsa—bukan halaman belakang yang bisa diabaikan.
Pengamat kebijakan publik daerah menilai bahwa kondisi ini mencerminkan perlunya evaluasi serius terhadap prioritas pembangunan di wilayah perbatasan.
“Jika infrastruktur dasar saja tidak terpenuhi, maka sulit berharap pengawasan wilayah bisa berjalan optimal. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Diperlukan langkah cepat dan konkret dari pihak terkait untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Pos Sei Kaca Sungai Ular.
Tanpa tindakan nyata, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan menjadi potret lemahnya perhatian terhadap garda terdepan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan fasilitas di lokasi tersebut.
(Boni.)











