BERAU-KALIMANTAN TIMUR-BORNEOSINARTVNEWS-Minggu (12/04/2026) Penegak hukum dan instansi terkait didesak untuk segera menertibkan operasional Kapal Motor (KM) Mega Buana 777 milik pengusaha bernama Pandi Kapal yang berstatus sebagai angkutan barang tersebut diduga kuat disalahgunakan untuk mengangkut penumpang umum dan kendaraan lintas provinsi secara ilegal.
Sudah Berlangsung Lama
Menurut keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi, aktivitas pengangkutan penumpang oleh kapal milik Pandi ini diduga sudah berlangsung lama Warga mulai resah karena kegiatan ini dilakukan secara rutin tanpa adanya tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menertibkan operasional yang melanggar aturan tersebut.
Modus Operandi dan Jalur Tikus
Kapal ini melayani rute dari Berau menuju Salumbia, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, maupun sebaliknya. Aktivitas bongkar muat penumpang sengaja dilakukan pada malam hari (sekitar pukul 22.00 WITA) guna menghindari pengawasan melalui “jalur tikus” di dua titik:
1. Pelabuhan Haji Coleng.
2. Area pemukiman Bedungun (sekitar Masjid Mardhatillah).
Tarif Tinggi Tanpa Jaminan Keselamatan
Warga dikenakan tarif sebesar Rp350.000 per orang dan Rp500.000 untuk sepeda motor Meski sudah lama beroperasi, penumpang sama sekali tidak mendapatkan jaminan keselamatan standar maupun asuransi perjalanan. Hal ini sangat membahayakan karena armada tersebut adalah kapal barang yang tidak memiliki fasilitas standar penumpang.
Pelanggaran UU Pelayara
Kegiatan ini dinilai telah menabrak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Selain risiko nyawa, operasi melalui jalur tidak resmi ini juga merugikan keuangan negara karena tidak melalui prosedur resmi pelabuhan.
Desakan Tindakan Tegas
Pihak pemantau kegiatan bersama warga mendesak agar Polair, KSOP, dan Bea Cukai segera turun tangan. Mengingat kegiatan ini sudah berlangsung lama, aparat diharapkan tidak lagi melakukan pembiaran dan segera menindak tegas Pandi serta operasional kapalnya.
“Jangan sampai menunggu tragedi di tengah laut baru ada gerakan. Ini sudah berlangsung lama dan harus segera dihentikan demi keselamatan nyawa warga,” tegas pihak yang memantau aktivitas tersebut
Redaksi borneosinar tv
Pewarta (Dony)











