Menu

Mode Gelap
Irigasi Rp 9,2 Miliar di Kampung Tasuk “Diduga Mangkrak”: Selesai di Atas Kertas, Gagal di Lapangan Tolak Pasien Gawat Darurat, Rumah Sakit Terancam Pidana Penjara hingga 10 Tahun Aek Natas Dijarah, Munte Bebas Beroperasi: Di Mana Nyali Aparat Penegak Hukum? Warga Pati Ditemukan Meninggal di Teras Rumah Warga Blingoh Jepara, Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan Kejari Tanjung Perak ‘Masuk Angin’, AMI Bawa Kasus Dana Reses ke Kejagung

Berau · 15 Apr 2026 10:28 WITA ·

Terharu Saat Dikonfirmasi, Kepala Kampung Dumaring: “Jabatan Ini Hanya Titipan”


 Terharu Saat Dikonfirmasi, Kepala Kampung Dumaring: “Jabatan Ini Hanya Titipan” Perbesar

TALISAYAN-BERAU-BORNEOSINARTVNEWS Sosok Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin, kembali mencuri perhatian publik melalui sikap rendah hatinya. Saat dijumpai tim media Borneo Sinar di ruang kerjanya pada Rabu (15/04/2026), pria yang telah memimpin selama tiga periode ini memberikan pernyataan mendalam terkait regulasi perpanjangan masa jabatan kepala kampung menjadi delapan tahun.

​Bukannya menunjukkan euforia atas penambahan masa jabatan, suasana di ruang kerja tersebut justru diselimuti rasa haru. Di hadapan awak media, Salehuddin mengungkapkan bahwa setiap tanggung jawab yang ia pikul bukanlah sebuah pencapaian kekuasaan, melainkan amanah berat yang harus dijaga.

​”Amanah yang kita pegang ini hanya titipan saja,” ujar Salehuddin dengan nada suara yang bergetar karena haru. Bagi beliau, perpanjangan masa jabatan ini berarti beban pengabdian kepada masyarakat Dumaring yang harus dijalankan dengan lebih maksimal lagi.

​Integritas yang Diakui Sejak Lama

Integritas Salehuddin dalam mengelola pemerintahan kampung sejatinya telah lama menjadi buah bibir. Salah satu kesaksian yang paling membekas datang dari mendiang Pak Sutrisno semasa hidupnya. Dalam sebuah percakapan dengan media ini di masa lalu, mendiang pernah melontarkan pujian atas kejujuran Salehuddin.

​Mendiang Pak Sutrisno menyebut bahwa Salehuddin adalah sosok pemimpin yang sangat disiplin terkait keuangan negara. Beliau menjadi saksi bagaimana Salehuddin selalu bersikap tegas untuk mengembalikan setiap rupiah kelebihan anggaran pembangunan atau operasional desa langsung ke kas kampung.

​”Beliau adalah satu-satunya kepala kampung yang bisa saya bilang jujur, karena setiap ada uang kelebihan, pasti dikembalikannya ke kas kampung,” kenang mendiang Pak Sutrisno kala itu.

​Meski kini saksi kunci kejujuran tersebut telah tiada, prinsip transparan tersebut terbukti masih tetap kokoh dipegang oleh Salehuddin hingga saat ini. Di tengah tantangan pembangunan di Kecamatan Talisayan, kepemimpinan Salehuddin diharapkan terus menjadi teladan bagi tata kelola pemerintahan desa yang bersih di Kabupaten Berau.

​Penulis: Tim Redaksi Borneo Sinar

Editor: Borneo Sinar Online

Lokasi: Berau, Kalimantan Timur(Hrs/Rasidin/Tasya/Marlin)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Truk Bermuatan Kayu Olahan Terguling di Jalan Poros Kelay, Arus Lalu Lintas Sempat Terhambat

18 April 2026 - 15:05 WITA

Perbaikan Jalan Di Kampung Bliu, Kecamatan Kelai, Kabupaten Berau.  Harapkan Sinyal Juga Diperkuat

17 April 2026 - 21:28 WITA

Bangunan PASAR DI Bumi Jaya Tidak Terurus Dan Terlantarkan

16 April 2026 - 18:07 WITA

Ironi di Depan Mata: Proyek Gedung Serbaguna Mangkrak Tepat di Depan Kantor Desa Bumi Jaya

16 April 2026 - 16:18 WITA

Kades Silfanuddin Gebrak Tata Kelola Keuangan, Pemdes Campur Sari Perketat Arus Kas Lewat Non-Tunai!

16 April 2026 - 15:24 WITA

Aparat Diminta Tindak Tegas KM Mega Buana 777: Diduga Angkut Penumpang Ilegal Lintas Provinsi

12 April 2026 - 18:49 WITA

Trending di Berau