Krayan, Kaltara, Borneosinartvnews – Kondisi jalan dan jembatan Lingkar Krayan, wilayah perbatasan Kalimantan Utara, kian memprihatinkan. Infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat dilaporkan rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan, Rabu, 22 April 2026
Berdasarkan keterangan sumber di lapangan, sejumlah ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya. Sementara itu, beberapa jembatan penghubung antar desa dalam kondisi rapuh dan tidak lagi layak digunakan, sehingga membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Dampak paling nyata dirasakan oleh anak-anak sekolah. Demi menuntut ilmu, mereka harus menghadapi perjalanan penuh risiko setiap hari.
“Anak-anak kami berangkat sekolah dengan penuh tantangan. Jalan berlumpur, licin, dan harus melewati jembatan yang sudah rusak,” ujar salah satu warga.
Kondisi ini tidak hanya menghambat akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Krayan sebagai daerah perbatasan yang strategis dinilai belum mendapatkan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur.
Warga pun menyuarakan kekecewaan mereka terhadap minimnya penanganan dari pemerintah. Mereka berharap ada langkah konkret dan cepat untuk memperbaiki jalan serta jembatan yang rusak.
“Jangan sampai kami di perbatasan terus merasa dianaktirikan. Kami butuh perhatian nyata, bukan sekadar janji,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan infrastruktur di kawasan Lingkar Krayan.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan tidak lagi menutup mata terhadap kondisi yang mereka hadapi setiap hari.
(Tim) Redaksi Borneosinartvnews











