Nunukan Kaltara Borneosinartvnews 24 April 2026 Potret perbandingan mencolok antara pos penjagaan Indonesia dan Malaysia di wilayah perbatasan kembali menjadi sorotan.
Di satu sisi, pos Indonesia yang masih menggunakan konstruksi kayu tampak sederhana dengan fasilitas terbatas. Sementara di sisi lain, pos Malaysia berdiri kokoh dengan bangunan permanen berwarna putih, lengkap dengan infrastruktur yang lebih memadai.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan pembangunan di wilayah perbatasan yang selama ini disebut sebagai garda terdepan negara. Perbatasan yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan dan kebanggaan nasional justru memperlihatkan ketimpangan yang nyata di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pos Indonesia terlihat semi permanen dengan akses yang terbatas serta minim fasilitas penunjang. Aktivitas penjagaan tetap berjalan, namun dengan kondisi sarana yang jauh dari ideal. Di sisi lain, pos Malaysia menunjukkan kesiapan yang lebih baik, baik dari segi bangunan, akses, hingga fasilitas pendukung.
Sejumlah warga dan pemerhati perbatasan menilai kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Pemerintah dinilai perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan, khususnya di wilayah terpencil seperti Nunukan.
“Perbatasan bukan halaman belakang, tapi beranda negeri,” menjadi pesan kuat yang mencerminkan harapan masyarakat agar pembangunan tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, melainkan merata hingga ke garis terluar Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai rencana peningkatan fasilitas pos penjagaan di wilayah tersebut. Namun, desakan publik terus menguat agar ketimpangan ini segera mendapat solusi nyata dari pemerintah pusat maupun daerah.
(Tim Borneosinartvnews)











