Menu ✖

Mode Gelap
Klarifikasi Sarpin: Integritas Terjaga, Jabatan Jelas Rofiq Azmi: Jangan Diam! Aset Daerah Dipertanyakan, Intelektual dan Ulama Banyuwangi Harus Bersuara  Polrestabes Surabaya Amankan Oknum Advokat Terkait Kasus Tipu Gelap Rp520 Juta PANAS! Ahli Hukum Bongkar Beda “Membuat” & “Memalsukan” di Sidang Ijazah Palsu Diduga Telan Anggaran Rp2 Miliar, Jalan Usaha Tani Menuju Kebun Sawit Anggota DPRD Kutai Barat Berinisial A Dipertanyakan

Berau · 3 Mei 2026 10:25 WITA ·

Dugaan Praktik Mafia Migas, Warga Ancam Segel SPBU Labanan


 Dugaan Praktik Mafia Migas, Warga Ancam Segel SPBU Labanan Perbesar

BERAU-BERAU-KALTIM-BORNEOSINARTVNES  Keresahan masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Berau memuncak. Warga dari Labanan Jaya, Labanan Makmur, Tumbit, Meraang, SP6, hingga Makarti secara terang-terangan melaporkan dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi di SPBU Labanan yang dinilai telah mencederai hak masyarakat umum.

Minggu, 03 Mei 2026 Laporan yang masuk ke redaksi Borneo Sinar TV mengungkap adanya dugaan praktik “permainan” di balik pintu SPBU. Warga menuduh pihak SPBU sengaja melakukan transaksi BBM jenis Pertalite dan Biosolar di luar jam operasional resmi. Mirisnya, BBM subsidi tersebut diduga tidak dijual untuk kendaraan umum yang mengantre, melainkan dialirkan kepada pelanggan pribadi atau oknum tertentu dengan harga yang telah dikerek naik menjadi Rp10.000 per liter.

Modus Operandi dan Penimbunan**

Sejumlah perwakilan warga menyebut bahwa SPBU tersebut diduga hanya menggunakan status “resmi” sebagai kedok. Pada kenyataannya, fasilitas tersebut disinyalir berfungsi sebagai tempat penimbunan BBM subsidi untuk menyuplai kelompok yang mereka sebut sebagai “Mafia Migas”

Masyarakat juga menyoroti adanya upaya penghilangan jejak digital di lokasi. “Kami minta pihak berwenang mengecek rekaman CCTV. Seringkali CCTV di sana dimatikan saat aktivitas bongkar muat atau transaksi ilegal itu terjadi,” ujar salah satu warga yang merasa dirugikan.

Ancaman Aksi Massa

Kondisi ini membuat warga merasa muak dan kehilangan kesabaran. Kelangkaan BBM subsidi yang terus terjadi di tengah masyarakat berbanding terbalik dengan lancarnya pasokan bagi para pengumpul ilegal.

Sebagai bentuk protes keras, masyarakat dari berbagai kampung tersebut mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah besar untuk melakukan demonstrasi jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang maupun Pertamina.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU Labanan terkait tuduhan serius ini.

Pawarta: Rasidin

Redaksi Borneo Sinar TV News

 

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban

28 Oktober 2026 - 17:29 WITA

Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri!

28 Oktober 2026 - 07:48 WITA

Geger Pengolahan Kayu Diduga Beli Kayu Ilegal di Pemukiman Teluk Bayur, APH Didesak Segera Seret Pelaku!

19 Oktober 2026 - 12:21 WITA

Marak Kayu Bertumpuk di Tumbit Daya, Aparat Diminta Sikat Pelaku!

17 Oktober 2026 - 23:58 WITA

Warga Gunung Tabur Geram! Galian C Kembali Bikin Jalanan Kotor dan Bahayakan Pengendara

17 Oktober 2026 - 04:40 WITA

Dugaan Pasokan Solar via Jalur Tikus di Gurimbang, Media Kesulitan Hubungi Pemilik Perusahaan

9 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Trending di Berau