Menu ✖

Mode Gelap
Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ?? Dugaan Truk Kayu Log Tubaan Resahkan Warga, Dishub & PT TRH Didesak Buka Suara

Berau · 13 Jan 2026 23:12 WITA ·

PESONA MALAM DI BUMI BATIWAKKAL: Cahaya Merah Klenteng Cen Ti Kung Hiasi Jalan Tendean


 PESONA MALAM DI BUMI BATIWAKKAL: Cahaya Merah Klenteng Cen Ti Kung Hiasi Jalan Tendean Perbesar

TANJUNG REDEB, BERAU. BORNEOSINARTVNEWS – Suasana di kawasan Kelurahan Bugis malam ini, Selasa, 13 Januari 2026, tampak begitu memukau. Landmark ikonik, Klenteng Cen Ti Kung yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean, RT 03, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memancarkan keindahan luar biasa melalui pendaran lampu neon merah yang menyelimuti seluruh bangunannya.

 

​Keindahan Visual Malam Hari

​Pemandangan malam ini menangkap detail arsitektur Tionghoa yang sangat artistik. Cahaya merah yang terang membingkai megahnya gapura utama, menciptakan siluet naga yang gagah di bagian atap. Pantulan cahaya ini tidak hanya mempercantik area jalanan, tetapi juga memberikan kesan hangat dan semarak bagi warga maupun wisatawan yang sedang melintas di pusat kota Tanjung Redeb.

​Kutipan Khusus

​Seorang warga yang mengagumi pemandangan tersebut mengungkapkan kesan mendalamnya:

​”Pemandangan malam di RT 03 Kelurahan Bugis ini adalah bukti nyata indahnya keberagaman di Bumi Batiwakkal. Cahaya merah dari klenteng bukan hanya sekadar hiasan Jalan Tendean, tapi simbol kehangatan toleransi yang terus menyala di hati warga Berau.”

​Sekilas Sejarah & Makna Budaya

​Klenteng Cen Ti Kung bukan sekadar bangunan indah, melainkan simbol sejarah panjang di Kabupaten Berau:

​Jejak Sejarah: Berdiri sejak masa awal pemukiman masyarakat Tionghoa di sepanjang Sungai Segah, klenteng ini merupakan saksi bisu perkembangan perdagangan di Tanjung Redeb.

​Simbol Akulturasi: Meskipun terletak di “Kelurahan Bugis”, keberadaan klenteng ini mencerminkan harmonisasi antar etnis (Tionghoa, Bugis, Banjar, Dayak) yang telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun.

​Ikon Wisata: Saat ini, klenteng tersebut telah menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Berau, memperkuat posisi kabupaten ini sebagai daerah yang kaya akan budaya selain keindahan alam baharinya.

​Kesimpulan

​Malam ini, Selasa 13 Januari 2026, Klenteng Cen Ti Kung kembali membuktikan bahwa keindahan Berau tidak hanya terletak pada gugusan pulaunya, tetapi juga pada detail-detail tata kota yang penuh makna dan sejarah. Pemandangan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kerukunan dan keindahan di lingkungan sekitar.(Suwarno)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban

28 Oktober 2026 - 17:29 WITA

Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri!

28 Oktober 2026 - 07:48 WITA

Geger Pengolahan Kayu Diduga Beli Kayu Ilegal di Pemukiman Teluk Bayur, APH Didesak Segera Seret Pelaku!

19 Oktober 2026 - 12:21 WITA

Marak Kayu Bertumpuk di Tumbit Daya, Aparat Diminta Sikat Pelaku!

17 Oktober 2026 - 23:58 WITA

Warga Gunung Tabur Geram! Galian C Kembali Bikin Jalanan Kotor dan Bahayakan Pengendara

17 Oktober 2026 - 04:40 WITA

Dugaan Pasokan Solar via Jalur Tikus di Gurimbang, Media Kesulitan Hubungi Pemilik Perusahaan

9 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Trending di Berau