SURABAYA – borneosinartvnews. com Minggu (22/02/2026)Genderang perang terhadap ketidakterbukaan informasi resmi ditabuh oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI).
Menanggapi dugaan skandal yang menyelimuti Lapas Kelas IIA Bojonegoro dan Lapas Kelas IIA Pamekasan, AMI secara terbuka mengeluarkan ultimatum “berdarah dingin” yang mengancam stabilitas birokrasi pemasyarakatan di Jawa Timur.
Muak dengan “Proses Internal” yang Tertutup
Sekjen AMI, Abdul Aziz, S.H., menyatakan bahwa publik sudah muak dengan retorika “pemeriksaan internal” yang hasilnya selalu berakhir gelap gulita. AMI mendesak agar hasil investigasi dibuka lebar-lebar tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Kami tidak butuh janji manis atau proses internal yang tertutup. Jika hasil tetap ‘gelap’ dan tidak ada sanksi nyata bagi oknum, maka biarkan jalanan yang bicara!” tegas Aziz dengan nada dingin.
Poin-Poin Tuntutan Tanpa Tawar-Menawar:
Transparansi Mutlak: Buka hasil pemeriksaan Lapas Bojonegoro & Pamekasan ke publik sekarang juga.
Operasi Pembersihan: Pecat dan copot pejabat struktural (Kalapas, KPLP, Kamtib) yang terlibat atau sengaja melakukan pembiaran.
Pendudukan Kantor: Jika tuntutan diabaikan, ribuan massa AMI dipastikan akan melumpuhkan Kanwil Pas Jatim pada 25-26 Februari 2026.
Negara Jangan Takut pada Oknum!
AMI mengingatkan Menteri IMIPAS dan Kakanwil Ditjen Pas Jatim bahwa integritas lembaga sedang berada di ujung tanduk.Mereka menegaskan bahwa seragam dinas tidak boleh dijadikan tameng untuk melindungi oknum yang melanggar aturan.Jika dalam hitungan hari tidak ada tindakan konkret, Surabaya diprediksi akan menghadapi gelombang massa besar yang menuntut keadilan didegakkan di balik jeruji besi.
(Kukuh setya/hrs)











