TALISAYAN-BORNEOSINARTVNEWS.COM Masyarakat di pesisir Jalan Pantai Indah, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilanda kepanikan hebat akibat fenomena alam yang tidak lazim pada Senin, 8 Juni 2026.
Warga setempat melaporkan adanya pergerakan air laut yang sangat tidak wajar. Air laut terpantau tiba-tiba surut drastis hingga dasar perairan terlihat, lalu dengan cepat kembali naik (pasang) dalam durasi waktu yang sangat singkat, yakni hanya berkisar 1 hingga 3 menit.
Salah satu warga, Rahmatullah, yang merekam kejadian tersebut mengungkapkan keheranannya. “Selama saya tinggal di sini berbelas-belas tahun, tidak ada yang begini,” ujarnya dengan nada khawatir sembari menunjukkan kondisi air yang surut secara ekstrem di bawah dermaga tempat tinggalnya.
Kepanikan senada juga disampaikan oleh warga lainnya, Pak Sahlan. Ia menjelaskan dengan cemas bahwa perubahan ketinggian air yang drastis ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menekankan bahwa situasi ini sangat membahayakan keselamatan warga yang tinggal di rumah-rumah panggung di sepanjang pesisir.
Kekhawatiran semakin memuncak ketika warga lainnya, Ibu Aminah, turut memberikan kesaksian. Ia menuturkan bahwa getaran halus sempat dirasakan sesaat sebelum air laut surut dengan cepat. “Kami takut ini pertanda sesuatu yang lebih buruk, jadi kami putuskan untuk segera mengungsi,” ungkapnya.
Terkait kondisi ini, pihak Redaksi Borneo Sinar TV telah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak BMKG. Berdasarkan keterangan resmi, Ade Heryadi menginformasikan bahwa Peringatan Dini Potensi Tsunami telah resmi berakhir pada pukul 11.15 WITA.
Di lokasi tersebut, warga lainnya terlihat bergegas mengamankan diri. Dalam rekaman video, suasana di dermaga yang biasanya ramai aktivitas nelayan berubah menjadi sepi karena penduduk sempat memilih untuk mengungsi ke daratan yang lebih tinggi.
Hingga saat ini, kondisi di pesisir Jalan Pantai Indah mulai kembali terpantau kondusif pasca berakhirnya peringatan dini tersebut. Fenomena ini tetap menjadi perhatian serius masyarakat setempat.
Pawarta (Amin)











